AS setujui lagi pengiriman 2000 bom bantu Israel Penjajah untuk membantai rakyat Palestina

- 5 April 2024, 01:10 WIB
Salah satu foto serangan bom Israel Penjajah di Gaza
Salah satu foto serangan bom Israel Penjajah di Gaza /X.com/@rama878694

WartaBulukumba.Com - Malam merayap di Jalur Gaza saat bulan mengintip penuh cemas dengan sinarnya yang sedih dari balik bangunan-bangunan rusak dan reruntuhan.

Agresi dan genosida Israel Penjajah telah berlangsung lima bulan. Kematian di nadi Gaza terus berdetak setiap saat. Kelaparan pun terus melilit ratusan ribu perut nestapa rakyat Palestina.

Laporan The Washington Post pada Kamis, 4 April 2024,  mengutip para pejabat AS, Amerika Serikat menyetujui pengiriman lebih dari 1.000 bom MK82 seberat 500 pon, lebih dari 1.000 bom berdiameter kecil, dan sekring untuk bom MK80 pada tanggal 1 April – pada hari yang sama ketika serangan udara Israel Penjajah menewaskan tujuh orang pekerja bantuan kemanusiaan di Gaza.

Baca Juga: Derita Palestina dan gelombang solidaritas global

176 staf UNRWA tewas di Gaza 

Meskipun Presiden Joe Biden menyatakan "marah dan patah hati" atas pembunuhan para pekerja kemanusiaan di Gaza baru-baru ini.

Laporan terkini dari Al Jazeera pada Jumat, penembakan biadab terbaru Israel Penjajah telah menewaskan tiga warga Palestina, termasuk dua anak yang berlindung di sebuah rumah di lingkungan Tel al-Sultan di Rafah, Gaza selatan.

Dikutip dari laporan UNRWA di laman resmi mereka, Unrwa.org pada Selasa, sebanyak 176 staf UNRWA secara tragis tewas sejak awal perang di Gaza.

Baca Juga: Brutal! Jet tempur Israel Penjajah mengebom tenda pengungsian di halaman Rumah Sakit Martir Al Aqsa

Pada bulan Maret, lebih dari setengah pasokan PBB yang dikirim melalui Rafah dan Kerem Shalom adalah milik UNRWA.

Halaman:

Editor: Alfian Nawawi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah