Perang di Gaza: Mujahidin Palestina semakin piawai menghancurkan tank-tank Zionis

- 3 Maret 2024, 07:54 WIB
Adegan penghancuran sebuah tank Zionis oleh pejuang Palestina dari Al Qassam Hamas dengan menggunakan roket Al Yassin 105 di salah satu sudut Gaza.
Adegan penghancuran sebuah tank Zionis oleh pejuang Palestina dari Al Qassam Hamas dengan menggunakan roket Al Yassin 105 di salah satu sudut Gaza. /Tangkapan layar video Brigade Al Qassam Hamas

WartaBulukumba.Com - Front-front perlawanan di Gaza terus membara. Sebuah rekaman baru kembali menari di layar, mengungkap adegan penghancuran tank-tank penjajah Israel  oleh para mujahidin Palestina. Dari kegelapan terowongan Gaza, terlihat beberapa pejuang Brigade Al Qassam Hamas bergerak seperti bayang-bayang gelap dari rahim Bumi.

Cahaya matahari menyelinap lewat lubang sempit, terlihat roket Al Yassin 105, gagah mengacung ke sebuah tank Zionis dengan jarak beberapa meter saja. Tampak santai, mujahidin Palestina, bagai singa yang terlepas dari jerat, bagai mengaum. Ledakan menggema, cahaya menyeruak. 

Adegan demi adegan berlalu dalam video tersebut yang dirilis Al Qassam pada Sabtu malam, 2 Maret 2024. Tank-tank yang menjadi sasaran, dibidik dan  dihancurkan dari dalam lubang terowongan dan di balik dinding. Setiap sudut rekaman mengukir dokumentasi heroik Brigade Al Qassam Hamas.

Sementara itu, penjajah Israel juga terus menghujani Khan Younis dan Deiril Balah di kawasan tengah Jalur Gaza dengan bom tanpa henti, terlihat dalam sebua video yang bersumber dari Shehab Agency pada Sabtu malam.

Baca Juga: Mimpi Muhammad Qasim: Perang Dunia ke 3 diawali kebrutalan Zionis 'Israel' tak henti di Palestina

Mantan pejabat AS tanggapi cara Yordania beri bantuan kemanusiaan lewat udara

Airdrops 'hampir merupakan cara terburuk untuk memberikan bantuan', kata mantan pejabat bantuan bencana AS.

"Kamu hanya menggunakan [airdrops] ketika ada sesuatu di darat yang menghalangi kamu dari menggunakan bentuk transportasi yang lebih baik," kata Jeremy Konyndyk, presiden Refugees International dan mantan pejabat bantuan bencana di administrasi [mantan Presiden AS Barack] Obama dan [Presiden AS Joe] Biden, kepada Al Jazeera.

"Mereka sangat mahal, berbahaya karena ada banyak hal yang bisa salah ketika barang jatuh dan mereka memberikan volume bantuan yang sangat kecil. Relatif terhadap tingkat kebutuhan yang ada di Gaza saat ini, ini tidak cukup untuk membuat perubahan signifikan dalam krisis kemanusiaan," urainya.

Baca Juga: Tragis! Seorang tentara AS membakar diri di depan Kedubes penjajah Israel sambil teriakkan 'Free Palestine!'

Halaman:

Editor: Alfian Nawawi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah