Hidayat Nur Wahid: 'Hentikan proyek pembangunan ibu kota baru'

- 8 April 2021, 07:04 WIB
Desain Istana Negara Ibu Kota Baru Indonesia
Desain Istana Negara Ibu Kota Baru Indonesia /Instagram.com/@jokowi

WartaBulukumba - Pradesainnya telah menyebar di jagat maya. Mata publik tak melewatkannya. Meruah kekaguman, pun meriah kecaman.

Salah satu yang tampak keras adalah Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW). Melalui unggahan di akun Twitter pribadinya @hnurwahid, 7 April 2021, Mantan Presiden PKS itu mendesak pemerintahan Jokowi untuk segera menghentikan proyek pembangunan ibu kota baru.

Pandemi Covid-19 adalah salah satu alasan utama. Ia melontarkan masukan agar pemerintah lebih baik berkonsentrasi menangani wabah Covid-19.

Baca Juga: Rapat Senat AS bahas RUU Teknologi untuk 'memerangi' China

Pemerintah perlu fokus atasi Covid-19, karena itu dll-nya Pemerintah agar hentikan proyek Ibu Kota,” katanya lugas dalam cuitan itu.

Hidayat Nur Wahid beranjak dari dasar pemikiran terkait kondisi perekonomian negara yang sedang berada di titik nadir.

Korban Covid-19 terus berjatuhan. Karena ketiadaan anggaran, Kemensos cabut program BLT dan santunan yang wafat karena Covid-19,” tegasnya. 

Baca Juga: YouTube rilis persentase tayangan konten yang melanggar kebijakan

Salah satu pernyataan Jokowi terkait "keselamatan rakyat hukum tertinggi", dijadikan acuan oleh Hidayat Nuer Wahid sebagai pengingat. 

Tak ada alternatif yang lebih elegan selain berfokus mengatasi pandemi Covid-19, salah satunya yakni program vaksinasi.

Pradesain yang telah terpublish itu menjadikan ibu kota tetap memiliki pendukung maupun kelompok yang kontra. Dan semuanya berdengung-dengung.

Baca Juga: Sambut Ramadhan, Dewi Sandra siap menjalani waktu spesial dalam beribadah

Pradesain itu pada berbagai sisi kontroversinya lahir suara-suara kritius akibat bentuk bangunan yang megah dan padat karbon.***

Disclaimer: Artikel ini telah tayang sebelumnya di Pikiran-rakyat.com berjudul "Hidayat Nur Wahid Desak Pemerintahan Jokowi Hentikan Proyek Pembangunan Ibu Kota Baru."

Editor: Nurfathana S

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah