Geopolitik tak bisa diprediksi, Kim Jong Un ungkap Korea Utara harus lebih bersiap lagi hadapi perang

- 12 April 2024, 17:45 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un /Korean Central News Agency/Korea News Service via AP

WartaBulukumba.Com - Pada hari yang berawan di Pyongyang, Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara mengunjungi Universitas Militer dan Politik Kim Jong Il, institusi yang dinamai menurut nama ayahnya dan dianggap sebagai pusat pendidikan militer paling penting di negara tersebut.

Di sana, di antara dinding-dinding kampus yang dipenuhi dengan sejarah militer, Kim mengungkapkan pandangannya yang tegas tentang dinamika geopolitik yang berkelindan di sekitar Semenanjung Korea—sebuah kawasan yang terus-menerus bergolak di bawah beratnya persaingan global.

Laporan dari kantor berita KCNA yang dirilis pada Kamis, 11 April 2024, mengungkapkan suara kekhawatiran Kim yang terdengar seperti gema dari masa lalu yang keras.

Baca Juga: Kim Jong Un mengatakan Korea Utara 'siap memobilisasi' penangkal nuklir

Di universitas tersebut, di hadapan para perwira masa depan negaranya, Kim menyatakan bahwa kondisi saat ini lebih memerlukan persiapan untuk perang daripada sebelumnya, sebuah refleksi dari apa yang dia lihat sebagai ancaman yang meningkat terhadap kedaulatan DPRK.

"Menguraikan situasi internasional yang rumit dan situasi militer dan politik yang tidak menentu dan tidak stabil di sekitar DPRK, dia mengatakan bahwa sekarang adalah waktu untuk lebih bersiap menghadapi perang dibandingkan sebelumnya," demikian laporan KCNA.

Pernyataannya ini, meskipun berat dan penuh dengan retorika militer, tidak terlepas dari konteks peningkatan ketegangan yang terjadi di kawasan.

Baca Juga: Ngeri! Kim Jong Un memesan ICBM baru, persenjataan nuklir yang lebih besar

Baru awal bulan ini, Kim mengawasi peluncuran uji coba rudal balistik jarak menengah hipersonik baru yang menggunakan bahan bakar padat.

Halaman:

Editor: Alfian Nawawi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah