Dari teras sederhana Rumah Baca Pinisi Nusantara 1986 di Bulukumba kembali bangkit

- 8 November 2022, 16:38 WIB
Wajah dan 'tubuh' baru  Rumah Baca Pinisi Nusantara 1986 Bulukumba
Wajah dan 'tubuh' baru Rumah Baca Pinisi Nusantara 1986 Bulukumba /Dok. Rumah Baca Pinisi Nusantara 1986 Bulukumba

WartaBulukumba - Seperti bebungaan di sisi rak buku, Rumah Baca Pinisi Nusantara 1986 di Bulukumba kembali tumbuh bermekaran dari 'tubuh' yang baru.

Geliat literasi di Kabupaten Bulukumba pernah meletakkan Rumah Baca Pinisi Nusantara 1986 sebagai ikon paling riuh di daerah ini.

Letaknya ada di sana, dalam kenangan, saat masih kokoh berdiri di area Cekkeng Nursery, salah satu lekuk Kota Bulukumba yang kerap didatangi anak-anak untuk membaca buku.

Baca Juga: Matinya simbol gerakan literasi di Bulukumba, bekas bangunan Rumah Baca Pinisi Nusantara 1986 terbengkalai

Baca Juga: Keren! Komunitas literasi di Desa Bontonyeleng Bulukumba ini adalah juga penerbit buku dan toko buku online

Flyer kegatan Rumah Baca Pinisi Nusantara 1986 Bulukumba.
Flyer kegatan Rumah Baca Pinisi Nusantara 1986 Bulukumba.

Di sanalah mereka belajar, bermain bersama, dan tentu saja menyesap ilmu pengetahuan dengan cara bersuka ria.

Rumah baca yang dikelola Basmawati Haris dan teman-temannya ini sekarang sudah bergeser ke kompleks perumahan BTN Bumi Polewali Mas Ponci.

"Pada Bulan Februari lalu tepat di usianya 6 tahun Rumah Baca Pinisi Nusantara 1986 berpindah dari sebelumnya di area halaman Cekkeng Nursery sekarang berpindah ke sini," terang Basmawati Haris pada Selasa, 8 November 2022.

Baca Juga: Cara Kepala Desa di Bulukumba ini mendukung penuh gerakan literasi, salah satunya melalui APBDes 2023

Baca Juga: Cinta yang rindang di Bulukumba: TBM Karama Cendekia dan mahasiswa KKNT Unhas Makassar

Basmawati Haris mengungkapkan bahwa di ruang yang sempit di teras sederhana itu mereka mencoba untuk tetap menghidupkan semangat kebaikan dari rumah baca ini.

"Bulan lalu kami mulai berbenah, Buku-buku yang masih tersisa kami atur di teras. Kebetulan dapat hadiah rak buku dari suami Fadliansyah yang didesain khusus untuk menata buku agar tetap rapi di teras rumah," ungkapnya bersemangat.

Setelah berdiskusi, lanjut Basma, sapaan akrab pegiat literasi yang pernah menerima penghargaan literasi nasional ini, mereka coba menduplikasi kegiatan teman-teman pegiat literasi di Parepare “Cerita Anak Kompleks”.

Baca Juga: Hujan literasi di langit Desa Bontonyeleng: sepercik 'api revolusi' dari Bulukumba

Baca Juga: Jelajah sejarah dan budaya Bulukumba oleh Rumah Buku dan Mitologi Bumi Sulawesi

"Kami coba duplikasi dan tumbuhkan di Bulukumba," ujarnya.

Pekan ini Rumah Baca Pinisi Nusantara 1986 akan kembali berkegiatan. Sesiapa pun tentu saja boleh ikut.

"Teman-teman yang ingin ikut berbagi cerita dan menemani adik-adik di kompleks kami bermain silakan bergabung. Bagi yang mau bergabung, bisa konfirmasi di WhatsApp saya ya. Semoga ini awal yang baik," tandas Basmawati Haris.***

Editor: Alfian Nawawi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah