Risiko gagal ginjal akut, pemberian obat parasetamol sirup dihentikan di NTB

- 19 Oktober 2022, 17:49 WIB
Ilustrasi obat parasetamol sirup.
Ilustrasi obat parasetamol sirup. /Pixabay/Steffen Frank/Pixabay

WartaBulukumba - Tak ada resep parasetamol sirup mulai hari ini di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk anak-anak yang didera demam.

Sebanyak 11 puskesmas yang ada di Kota Mataram telah diminta untuk menghentikan resep parasetamol sirup untuk pasien.

"Mulai hari ini puskesmas sudah kita minta menghentikan pembuatan resep parasetamol sirup/drop untuk pasien anak yang sedang mengalami demam," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, dilansir dari Antara pada Rabu, 19 Oktober 2022.

Baca Juga: Tanggal merah dan Hari Libur Nasional pada Oktober, November dan Desember 2022

Sebelumnya, pernyataan resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganjurkan orang tua untuk sementara menghindari pemberian obat parasetamol sirup bagi anak yang sedang diserangdeman.

Hal itu sebagai bentuk kewaspadaan terhadap risiko gagal ginjal akut.

Sebagai pengganti parasetamol sirup pihak puskesmas bisa memberikan resep obat tablet yang dihaluskan seperti metampiron dan asammefenemat.

Baca Juga: Eksekusi lahan dinilai keliru, massa pengunjuk rasa minta Kapolres Bulukumba lebih profesional

Adapun penarikan jenis obat tersebut, sejauh ini belum dilakukan lantaran belum ada perintah dari BPOM yang berwenang terkait pengawasan obat.

"Sampai saat ini belum ada penarikan obat, kita tunggu perintah dari BPOM saja," katanya.

Amalia salah seorang ibu rumah tangga yang memiliki balita, mengaku selama ini selalu menggunakan parasetamol sirup untuk menurunkan demam anaknya.

Baca Juga: Hari Jadi Sulsel ke 353, Gubernur kenakan pakaian adat Kajang Bulukumba

Selain parasetamol sirup dia juga menggunakan antibiotik sebagai pasangannya.

Dua jenis obat itu memang sangat ampuh dan cocok buat anaknya berusia 14 bulan.

"Begitu diminumkan, demamnya langsung turun. Jadi di rumah saya selalu stok lebih dari satu botol," katanya.

Baca Juga: Tunai sudah tugas di Bulukumba, Letkol Czi Dendi Rahmat Subekti kembali ke Mabes TNI dengan jabatan baru ini

Namun, setelah mengetahui informasi terkait indikasi jenis obat tersebut bisa berpotensi memicu risiko gagal ginjal akut, dia tidak lagi akan memberikan obat itu dan stok yang dimiliki akan dibuang. "Untung pemerintah cepat tanggap memberikan kita informasi itu," kata ibu satu anak putra ini.***

Editor: Muhlis

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah