Habib Rizieq: Tidak ada rekonsiliasi kalau kezaliman dibiarkan

11 November 2020, 18:40 WIB
Massa Penjemput Habib Rizieq Shihab saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa 10 November 2020. /Foto: Twitter@DPPFPI_ID//

BERITABULUKUMBA.COM - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) menegaska kalau rekonsiliasi berdiri atas dasar kecurangan, kezaliman, kejahatan, saudara, maka itu tidak mungkin.

"Tidak ada rekonsiliasi kalau kezaliman dibiarkan," kata Habib Rizieq dalam video yang diupload dalam akun Front TV, Selasa 10 November 2020. 

Habib Rizieq juga menyebut pihaknya bukanlah musuh pemerintah, melainkan musuh kezaliman.

Baca Juga: Gatot Tolak Bintang Mahaputera, Apa Isi Suratnya ke Jokowi?

Hal itu ia sampaikan, saat menyampaikan ceramah terkait sejumlah isu tentang kepulangan dirinya ke Indonesia.

"Jadi di sini saya mau kandaskan sebelum saya akhiri. Sekali lagi kita yang ada di sini habaib, ulama, sekali lagi kita bukan musuh pemerintah. Kita bukan musuh negara, kita bukan musuh tentara, kita bukan musuh polisi," tegasnya.

"Kita musuh kezaliman, kita musuh kecurangan, kita musuh kemunafikan, kita musuh segala kejahatan, betul?" tambah Habib Rizieq. 

Baca Juga: Warga Sekampung Jokowi Rela Jalan Kaki 8 Km Menyambut Habib Rizieq

Habib Rizieq menyebut, ia tidak pernah sungkan untuk mengapresiasi pemerintah jika memang berbuat hal baik. Ia mencontohkan, saat Menkopolhukam Mahfud MD, mempersilakan pendukungnya untuk menjemput di bandara. 

"Kayak kemarin Pak Mahfud umumkan yang mau jemput silakan, nah baik enggak tuh, kita terima kasih. Terima kasih Pak Mahfud umat akhirnya diizinkan menjemput," kata Habib Rizieq.

Baca Juga: Penjemputan Habib Rizieq adalah Penjemputan Terbesar di Dunia, Jokowi Kalah Jauh!

"Tapi pada saat Pak Mahfud bilang Habib Rizieq kriminal, deportasi, itu baik apa enggak? Enggak terima kasih. Jadi kita objektif saja yang baik kita terima kasih, yang enggak baik kita luruskan. Insya Allah," tambahnya.

Habib Rizieq juga menyinggung terkait rekonsiliasi dengan sejumlah pihak yang dinilai berseberangan dengannya. Baginya, kemungkinan itu bisa saja terjadi, jika ada niat dan tekad yang baik.***

 

Editor: Alfian Nawawi

Sumber: RRI

Tags

Terkini

Terpopuler