Hamas serukan untuk menggagalkan ritual sapi merah betina di Masjid Al Aqsa

- 19 April 2024, 16:47 WIB
Ketegangan yang terjadi di Kota Tua Yerusalem ketika puluhan pemukim Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa yang suci pada hari Kamis, 18 April 2024.
Ketegangan yang terjadi di Kota Tua Yerusalem ketika puluhan pemukim Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa yang suci pada hari Kamis, 18 April 2024. /Quds Press

WartaBulukumba.Com - Ritual persembahan sapi merah betina 'menyambut Messiah' di Masjid Al Aqsa semakin dekat? Sapi merah betina, simbol kemurnian yang langka, dipilih dan dirawat tanpa cacat fisik. Para rabi Yahudi berkumpul, menyaksikan dengan khusyuk, seiring langkah hewan itu diiringi ke tempat persembahan.

Diwartakan Quds News Network, gerakan perlawanan Hamas menyerukan untuk penggagalan ritual Yahudi di Majid Al Aqsa untuk menyambut Messiah.
 
"Kami menyerukan kepada masyarakat kami di seluruh Tepi Barat, Yerusalem, dan wilayah pendudukan untuk berbaris ke Masjid Al Aqsa dan melakukan i'tikaf di sana hingga hari Senin," demikian pernyataan resmi Hamas.
 
 
Hamas menyerukan untuk mengagalkan rencana musuh untuk menodai halaman masjid.
 
"Kami menyerukan untuk menggagalkan rencana musuh dan pemukim untuk menodai halaman masjid dan melakukan ritual pengorbanan di dalamnya," imbuh pernyataan tersebut.
 
Lahirnya seokor sapi merah betina pertama dalam 2000 tahun terakhir di Timur Tengah telah menimbulkan kegemparan secara global pada September 2023 lalu.
 

Temple Institute melalui channel YouTube resminya mengumumkan bahwa anak sapi merah betina tersebut sudah lahir di 'Israel'.

"Seekor sapi betina bewarna merah sempurna lahir di tanah Israel," kata Temple Institute, seperti diwartakan The Mirror pada September 2023 lalu.

Organisasi yang bermarkas di Yerusalem tersebut mengatakan sapi merah dan induknya akan menjalani "pemeriksaan ekstensif" untuk menentukan apakan mereka "bebas cacat."

Baca Juga: Menyibak hubungan Illuminati dan Zionis: Kuil Solomon digali di bawah Masjid Al Aqsa untuk menyambut Dajjal?

Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan bahwa sapi tersebut akan menjadi kandidat yang layak untuk sapi merah menurut Alkitab.

"Anak sapi betina bewarna merah membawa janji untuk mengembalikan kemurnian Alkitab kepada dunia," lanjutnya.

Sapi merah betina diyakini menjadi bagian dari kisah "Akhir zaman" atau "Kiamat"

Dalam sebagian keyakinan Kristen maupun Yudaisme, sapi merah betina ditampilkan dalam kisah "akhir zaman" atau "Kiamat."

Temple Institute dan organisasi lainnya telah didirkan dengan tujuan membangun Kuil Ketiga.

Halaman:

Editor: Alfian Nawawi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah