Seteguk sejarah Bulukumba dari Desa Benteng Palioi

- 23 April 2024, 17:23 WIB
Sungai Sapana di Dusun Borong Papu, Desa Benteng Palioi, Kexmatan Kindang, Kabupaaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Sungai Sapana di Dusun Borong Papu, Desa Benteng Palioi, Kexmatan Kindang, Kabupaaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. /Jadesta.kemenparekraf.go.id

WartaBulukumba.Com - Di antara lekuk-lekuk bukit dan helaian kabut yang menari-nari, Benteng Palioi di bagian Barat Bulukumba, Sulawesi Selatan ini terpahat selayaknya puisi tanah dan langit.

Sungai Sapana, yang terletak di Dusun Borong Papu, Desa Benteng Palioi, menawarkan sebuah pengalaman wisata alam yang memukau. Memerlukan hanya 30 menit dari Kota Kabupaten Bulukumba atau jarak tempuh 20 kilometer.

Sungai Sapana yang indah ini menawarkan wisata air unik dengan dua jenis suhu air—yang satu hangat dan yang lainnya dingin—membuat pengalaman pengunjung begitu berbekas.

Baca Juga: Gerakan natural farming di Bulukumba: Cara memanfaatkan lahan pekarangan rumah ala Kepala Desa Salassae

Kunjungan Anda ke area ini tidak akan lengkap tanpa mencicipi oleh-oleh khas dodol palioi. Sebagai makanan tradisional dari Desa Benteng Palioi, dodol ini menawarkan keunikan rasa yang menjadi cerminan kaya dari budaya lokal.

Di tanah yang pernah menjadi panggung sunyi Desa Mattirowalie, sebuah epik baru dijalin—melalui suara-suara desa yang menuntut otonomi dan warisan yang lebih besar.

Enam dusun Benteng Palioi, layaknya enam stanza dalam sebuah syair, masing-masing dengan ritme dan rima yang berbeda, berpadu membentuk harmoni geografis dan sosial yang memukau.

Baca Juga: Menghirup Bulukumba dari Desa Salassae: Gerakan pertanian alami penuh cinta di alam permai

Kepemimpinan To'do di era kolonial

Terletak di Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, desa ini layaknya perahu kertas di sungai sejarah Bulukumba yang panjang, mengarungi ombak waktu dengan keanggunan dan keberanian.

Halaman:

Editor: Nurfathana S


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah