Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW: Berpuasa di bulan Dzulhijjah untuk menghapus dosa dan bebas dari api neraka

- 7 Juni 2024, 15:46 WIB
Ilustrasi - Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW: Berpuasa di bulan Dzulhijjah untuk menghapus dosa dan bebas dari api neraka
Ilustrasi - Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW: Berpuasa di bulan Dzulhijjah untuk menghapus dosa dan bebas dari api neraka /Freepik

WartaBulukumba.Com - Saat langit Dzulhijjah mulai memancarkan sinarnya, umat Muslim di seluruh dunia terinspirasi oleh teladan agung Rasulullah SAW. Bulan kedua belas dalam kalender Hijriah ini menyimpan beragam anjuran ibadah, termasuk puasa sembilan hari pertama.

Melalui sunnah Rasulullah SAW, kita dapat menggali makna mendalam dari ibadah ini.

Berikut keutamaan, niat, dan jadwal pelaksanaan puasa Dzulhijjah yang diilhami oleh praktek Rasulullah SAW, serta dapat ditemukan dalam berbagai literatur Islam.

Baca Juga: Apakah menelan ludah membatalkan puasa? Simak penjelasan para ulama

Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW

Dalam berbagai riwayat, Rasulullah SAW dianjurkan untuk berpuasa pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah. Salah satu hadits yang menjelaskan hal ini diriwayatkan oleh Abu Dawud.

Ummul Mu'minin Hafsah menuturkan bahwa Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura, sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, dan tiga hari setiap bulan.

Keutamaan puasa ini menjelma sebagai cahaya penerang bagi setiap Muslim yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baca Juga: Puasa sunnah Ayyamul Bidh; waktu, niat, dan keutamaannya

1. Pahala Berlipat Ganda

Dalam sabda Rasulullah SAW, dijelaskan bahwa pahala puasa di bulan Dzulhijjah dilipatgandakan secara signifikan:

Halaman:

Editor: Nurfathana S


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah