Perkedel kelor: Hidangan tradisional yang kaya gizi dari Ammatoa Kajang Bulukumba

- 21 Mei 2024, 23:12 WIB
Ilustrasi daun kelor - Perkedel kelor: Hidangan tradisional yang kaya gizi dari Ammatoa Kajang Bulukumba
Ilustrasi daun kelor - Perkedel kelor: Hidangan tradisional yang kaya gizi dari Ammatoa Kajang Bulukumba /Dinas Lingkungan Hidup Buleleng/Lidiyawati Harahap

WartaBulukumba.Com - Di sudut selatan Sulawesi, di mana angin laut membawa aroma asin yang segar dan pepohonan hijau rimbun menghampar sejauh mata memandang, terletak komunitas adat Ammatoa Kajang di Bulukumba.

Di sini, tradisi dan kearifan lokal hidup berdampingan dengan alam, menciptakan keharmonisan yang mendalam.

Salah satu warisan kuliner yang dijaga ketat oleh masyarakat setempat adalah perkedel kelor, sebuah hidangan yang bukan hanya lezat tetapi juga sarat dengan manfaat kesehatan.

Baca Juga: Resep kue tradisional dumpi eja, Indonesian cake khas Bulukumba Sulawesi Selatan

Tradisi yang Mengakar

Pagi itu, di dapur tradisional yang sederhana namun penuh kehidupan, seorang ibu tengah sibuk mengaduk adonan perkedel. Tepung terigu dan telur menjadi dasar adonan, namun bintang utamanya adalah daun kelor segar yang baru dipetik dari kebun belakang.

Daun-daun hijau kecil itu dicampur dengan hati-hati, menciptakan perpaduan yang sempurna antara rasa dan tekstur.

Daun kelor, atau yang dikenal dengan nama ilmiah Moringa oleifera, telah lama dihargai dalam pengobatan tradisional. Namun, di Ammatoa Kajang, daun kelor lebih dari sekadar tanaman obat—ia adalah bagian integral dari diet harian. Kandungan gizi daun kelor luar biasa kaya: penuh dengan vitamin A, C, dan E, serta mineral penting seperti kalsium, potasium, dan protein.

Baca Juga: Kuliner tradisional ini mudah ditemukan di Bulukumba saat hari lebaran

Resep Perkedel Kelor

Bahan-bahan:

3 buah kentang
3 tangkai daun kelor
1 butir telur

Halaman:

Editor: Sri Ulfanita


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah