Remaja wajib tahu! Inilah sederet dampak pernikahan usia dini

- 14 Mei 2024, 14:43 WIB
Ilustrasi pernikahan usia dini - Remaja wajib tahu! Inilah dampak pernikahan usia dini
Ilustrasi pernikahan usia dini - Remaja wajib tahu! Inilah dampak pernikahan usia dini /PRMN/

WartaBulukumba.Com - Pernikahan dini selalu mudah dijumpai dalam setiap budaya di berbagai negara, bahkan nyaris seumur dengan peradaban umat manusia. Kita bisa menemukan pernikahan usia dini sebagai sebuah cerita yang mengalir di sungai waktu, menghadirkan lanskap yang begitu luas dan kompleks.

Saat kita mengintip berbagai cerita yang tersimpan, setiap jalinan kisah membawa muatan dampak, mulai dampak di ruang sosial hingga kesehatan. Secara global, pernikahan usia dini menghadirkan tantangan-tantangan yang tak terduga. 

Individu yang memutuskan memeluk janji suci pernikahan pada usia yang muda seringkali terombang-ambing dalam lautan emosi yang bergelora. Mereka berlayar tanpa peta, tanpa kompas yang menuntun arah, terdampar di tengah-tengah samudra yang tak terbatas.

Baca Juga: 6 manfaat tomat untuk ibu hamil, salah satunya meringankan kram kaki

Faktor-faktor penyebab pernikahan dini

Pernikahan dini, menurut United Nations Children’s Fund (UNICEF) masih dilakukan karena beberapa faktor. Faktor yang memengaruhinya antara lain:

  1. Kemiskinan.
  2. Tingkat pendidikan yang rendah.
  3. Anggapan bahwa menikah adalah sumber rezeki untuk mendapatkan uang.
  4. Anggapan bahwa menikah bisa menjaga nama baik dan kehormatan keluarga.
  5. Norma sosial.
  6. Hukum adat dan agama.
  7. Aturan hukum pernikahan yang kurang tegas.

Baca Juga: Setiap calon ibu wajib tahu: Perjalanan kehamilan di antara harapan dan risiko yang tersembunyi

Fenomena di negara-negara berpenghasilan rendah

Badan kesehatan seksual dan reproduksi PBB, United Nations Population Fund (UNFPA), dalam publikasi di laman Unfpa.org, di 82 negara berpenghasilan rendah dan menengah yang memiliki data, prevalensi pernikahan anak jauh lebih rendah untuk laki-laki daripada perempuan.

Hanya 1 dari 25 anak laki-laki (3,8 persen) menikah sebelum mereka mencapai usia 18 tahun, sementara pernikahan sebelum usia 15 tahun hampir tidak ada pada anak laki-laki (0,3 persen).

Hanya 10 negara yang memiliki prevalensi pernikahan anak laki-laki lebih dari 10 persen - termasuk 16 persen di Madagaskar; 14 persen di Pakistan; 13 persen di Republik Afrika Tengah dan Republik Demokratik Rakyat Laos; 12 persen di Komoro, Honduras, Kepulauan Marshall, dan Nauru; 11 persen di Nepal; dan 10 persen di Guatemala.

Halaman:

Editor: Sri Ulfanita


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah