Reza Pahlevi sebut kematian Presiden Ebrahim Raisi tak berhak menerima simpati

- 21 Mei 2024, 14:16 WIB
Tangkapan layar dari video yang beredar terkait momen Presiden Iran Ebrahim Raisi, bersama rombongan di dalam helikopter sesaat sebelum mengalami kecelakaan
Tangkapan layar dari video yang beredar terkait momen Presiden Iran Ebrahim Raisi, bersama rombongan di dalam helikopter sesaat sebelum mengalami kecelakaan / /Instagram/@pikiranrakyat

WartaBulukumba.Com - Di saat duka menyeruak dari berbagai penjuru dunia, justru Reza Pahlevi, mantan putra mahkota Iran yang kini tinggal di Amerika Serikat, menggelorakan kritik tajam terhadap kematian Presiden Ebrahim Raisi, yang tewas dalam kecelakaan helikopter di perbatasan Iran-Azerbaijan.

Dalam sebuah pernyataan yang menusuk, Reza Pahlevi menyatakan bahwa Raisi, yang digambarkannya sebagai seorang pembunuh massal brutal, tidak berhak menerima simpati apapun.

"Hari ini, masyarakat Iran tidak sedang berduka," klaimnya, dikutip AFP pada Selasa, 21 Mei 2024.

Baca Juga: Meluruskan narasi Zionis dan para sekutunya: Bukan konflik dan bukan 7 Oktober

Kebijakan represif Iran

Dalam pandangan Reza Pahlevi, kehadiran Raisi di kursi kepresidenan merupakan penanda dari ketidakadilan yang terus berlangsung di Iran. Dia meyakini bahwa kebijakan represif rezim saat ini tidak akan berubah dengan kematian Raisi, dan bahkan bisa jadi akan semakin memperkuat dominasi republik Islam di Iran.

Tudingan terhadap Raisi tidaklah baru. Sebelumnya, Amnesty International dan kelompok hak asasi manusia lainnya telah mengaitkannya dengan dugaan keanggotaan dalam "komite kematian" Iran, yang bertanggung jawab atas ribuan eksekusi politik pada tahun 1988, termasuk terhadap anggota kelompok oposisi MEK.

Sebagai pejabat kunci dalam sistem peradilan Iran, Raisi juga dituduh terlibat dalam kekerasan terhadap pengunjuk rasa serta pelanggaran hak asasi manusia lainnya, seperti kasus Mahsa Amini.

Baca Juga: Imam Shamsi Ali: OKI harus berada di garda terdepan membela Palestina

Iran tak akan berubah

Meskipun kematian Raisi mungkin menjadi momen penting dalam politik Iran, Reza Pahlevi yakin bahwa itu tidak akan mengubah arah republik Islam Iran.

Halaman:

Editor: Sri Ulfanita


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah