Stok pangan rakyat Palestina di Gaza selatan akan habis dalam beberapa jam lagi

- 12 Mei 2024, 21:20 WIB
Tak pandang usia, semua orang menunggu pembagian makanan di Rafah, Jalur Gaza
Tak pandang usia, semua orang menunggu pembagian makanan di Rafah, Jalur Gaza /Mohammed Salem/Reuters
 
WartaBulukumba.Com - Di tengah reruntuhan dan debu, bayangan-bayangan kecil dengan tubuh-tubuh kurus, menunggu porsinya di antrean makanan. Mata mereka, semerbak dengan kelelahan dan kelaparan, tetap memancarkan cahaya harapan yang terkekang oleh penderitaan.
 
Suara gemuruh perut lapar menciptakan simfoni sedih, melingkupi ruang sempit di kota Gaza yang terluka.
 
Kepala Badan Kemanusiaan PBB (OCHA) di Gaza, Georgios Petropoulos mengatakan stok bantuan pangan di wilayah Gaza Selatan akan segera habis.
 
 
Dia memperkirakan stok pangan bagi warga Gaza di wilayah itu akan habis keesokam hari, pada Senin, 13 Mei 2024. Itu berarti rentang waktunya hanya tersisa dalam hitungan jam.
 
"Program Pangan Dunia dan UNRWA akan kehabisan makanan untuk didistribusikan di wilayah selatan besok," kata Petropoulos pada Ahad.
 
Petropoulos mengatakan apabila stok bantuan pangan itu habis, maka warga hanya akan mendapat bantuan yang telah didistribusikan di tempat penampungan, rumah dan tempat mereka berada.
 

8 toko roti kehabisan stok

Menurutnya, pada Jumat memang masih ada 12 toko roti yang tetap buka dengan dukungan dari mitra kemanusiaan di Gaza Selatan. Namun, 8 toko sudah berhenti beroperasi karena kekurangan staf.
 
Sementara, 4 lainnya beroperasi dengan kapasitas kecil dan akan kehabisan stok pada Senin besok.
 
Petropoulos mengatakan habisnya stok bantuan makanan ini terjadi karena Israel menutup akses penyeberangan antara Rafah dan Kerem Shalom. Penutupan ini juga memutus akses OCHA terhadap bahan bakar, pasokan dan pergerakan staf kemanusiaan.
 

Update jumlah korban jiwa

Kementerian Kesehatan di Gaza mengabarkan update hari ke 215 genosida yang dilakukan zionis Yahudi terus meningkat, sebanyak 34.904 jiwa telah syahid dan 78.514 orang terluka sejak 7 oktober lalu.
 
74% korban genosida adalah wanita dan anak-anak. Operasi militer juga semakin massif Rafah yang menjadi tempat perlindungan warga palestina beberapa bulan terakihir, bom dari pesawat dan Tank Zonis Yahudi Membombardir ditengah pengungsian Rafah.
 
Dilansir AFP pada Jumat, PBB mengatakan sekitar 80 ribu orang telah meninggalkan Rafah dalam tiga hari.
 
Terhitung sejak Israel Penjajah mengintensifkan operasi militer di kota Gaza selatan. Selama dua hari terakhir pendudukan di Rafah mereka juga memblokade bantuan medis dan makanan yang mana setiap sektor di Gaza bergantung pada bantuan ini, hal ini menandakan kelaparan bagi lebih 1.700.000 warga palestina yang tinggal di provinsi-provinsi selatan.***
 

Editor: Nurfathana S


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah