Pejuang Palestina melancarkan 17 serangan di Kota Gaza! Pemantau perang: 'Hamas tak bisa dipatahkan'

- 11 Mei 2024, 14:03 WIB
Pejuang Palestina dari Brigade Al Qassam, sayap militer Hamas
Pejuang Palestina dari Brigade Al Qassam, sayap militer Hamas /Tangkapan layar video Brigade Izzuddin Al Qassam Hamas

WartaBulukumba.Com - Bermunculan dari labirin terowongan dan reruntuhan bangunan, granat, mortir,  AK47 dan roket Al Yassin 105 meluncur ganas. Gaza terus berdentum dan memerah oleh ledakan.

Pasukan Israel Penjajah diserang setidaknya 17 kali oleh kelompok bersenjata Palestina yang bertempur di lingkungan Zeitoun Kota Gaza pada hari Jumat, yang menunjukkan bahwa “Hamas telah mampu mempertahankan atau menyusun kembali kemampuan militernya” meskipun Israel Penjajah terus melakukan operasi di wilayah tersebut, demikian laporan pemantau perang.

Dalam penilaian gabungan mereka di medan perang, Institute for the Study of War (ISW) dan Critical Threats Project (CTP) – dua lembaga pemikir yang berbasis di AS – melaporkan bahwa pejuang Hamas menggunakan senapan sniper, mortir, dan granat berpeluncur roket dalam 17 serangan tersebut, ketika pasukan 'Israel' berusaha membersihkan Zeitoun untuk ketiga kalinya.

Baca Juga: Abu Ubaidah ungkap kebohongan dan aib Israel Penjajah selama 200 hari perang di Gaza

Militer 'Israel' tak mampu menghancurkan Hamas

"Tingkat serangan yang tinggi ini tidak sejalan dengan hancurnya kekuatan militer,” demikian laporan ISW/CTP, dikutip dari Al Jazeera pada Sabtu, 11 Mei 2024.

"Milisi Palestina mempunyai kemauan dan sarana untuk terus mengganggu dan bertahan melawan serangan [Israel], sebagaimana dibuktikan dengan tingkat serangan milisi Palestina selama serangan ini,” imbuh laporan itu.

Para pengamat perang mengatakan “ketahanan Hamas dan kelompok milisi Palestina lainnya” sangat menunjukkan bahwa operasi militer Israel “di Rafah tidak akan menghancurkan Hamas”.

Baca Juga: 203 hari perang di Gaza: Pasukan Israel Penjajah hanya bisa 'melawan' anak-anak, wanita dan lansia

"Hamas telah bertahan sebagai entitas militer di wilayah lain di Jalur Gaza, termasuk di wilayah utara,” tambah mereka.

Halaman:

Editor: Alfian Nawawi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah