Babak belur dalam perang di Gaza, Israel Penjajah harus menyambut serangan militer Iran

- 12 April 2024, 18:44 WIB
Sepasukan militer 'Israel' melaju di sebuah jalan di bagian selatan 'Israel'.
Sepasukan militer 'Israel' melaju di sebuah jalan di bagian selatan 'Israel'. /Pikiran Rakyat

WartaBulukumba.Com - Di saat langit di Timur Tengah terasa semakin muram, kemarin, seorang komandan militer senior Amerika Serikat terbang ke 'Israel', mengisi ruang-ruang negosiasi dengan diskusi tentang kemungkinan balasan dari Iran serta dinamika perang di Gaza, seperti dilaporkan New York Times pada Jumat, 12 April 2024.

Kedatangan ini terjadi di tengah harapan yang tegang untuk menjawab serangan 1 April di Suriah—serangan yang telah memadamkan nyawa beberapa pemimpin militer Iran, dan yang oleh Teheran dijanjikan akan dibalas.

Komentar dari para pemimpin Iran, yang berulang kali menggema janji pembalasan, telah memperkeras postur siaga di kedua sisi.

Baca Juga: 6 bulan genosida di Gaza: Israel Penjajah juga menargetkan kuburan, masjid, gereja dan rumah sakit

Serangan Iran dalam 48 jam lagi

Iran diperkirakan bakal menyerang 'Israel' dalam waktu 24-48 jam ke depan. Serangan merupakan buntut serangan 'Israel' terhadap konsulat Iran di Suriah.

Serangan Iran ke 'Israel'  bakal dilancarkan dalam waktu 24-48 jam ke depan.

Dilaporkan Jerusalem Post, serangan jadi respons atas dugaan serangan 'Israel' terhadap konsulat Iran di Damaskus, Suriah. Serangan tersebut menewaskan beberapa anggota Quds Force dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Baca Juga: Perang di Gaza sudah 6 bulan: Hamas tak berhenti berburu tank Merkava dan serdadu Israel Penjajah

Secara terbuka, Iran mengancam akan membalas serangan tersebut Sebelumnya, muncul laporan bahwa AS dan sekutunya meramalkan bahwa serangan Iran terhadap 'Israel'  "akan segera terjadi".

Halaman:

Editor: Alfian Nawawi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah